Jumat, 25 Juli 2008

ANGKA DALAM PANDANGAN IKHWAN AL-SHAFA
Risa’il Ikhwan Al-Shafa berisi aneka pemikiran filsafat, matematika dan politik yang disampaikan dalam kemasan populer. Risail ini terdiri atas 51 risalah yagn dilengkapi ikhtisar dibagian akhirnya. Ikhtisar ini di garap oleh al-Majriti yang konon dia adalah pembawa pertama ajaran ikhwan al-shafa ke spanyol. Dalam ensikopedia ini, secara garis besar, dapat di bagi empat kelompok. Kelompok pertama empat belas risalah “matematis” tentang angka. Kelompok kedua, terdiri dari tujuh belas risalah yang membahas tentang persoalan “persoalan fisik-material”. Kelompok yang ketiga, terdiri atas sepuluh risalah “psikologis-rasional” yang membahas prinsip-prinsip intelektual. Kelompok yang terakhir adalah kelompok keempat terdiri dari empat belas risalah yang membahas tentang tuhan.
Dari uraian di atas risail ikhwan al-shafa tidak dapat diragukan lagi. Dari beberapa literatur ikhwan al-shafa banyak berkomentar tentang angka ataupun bilangan. Matematika ikhawan al-shafa kemungkinan besar dari pandangan Nichomus dari garasa dan pythagoras. Pembahasan diawali dengan angka satu. Menurut mereka, satu yang sejati sama dengan sesuatu (thing). Keduanya sangat umum dan tak terbagi. Kejamakan baru mulai muncul apabila satu yang sejati tadi ditambah dengan satu yang lain. Dengan demikian, angka satu dapat dipandang sebagai dasar semua angka, yang dengan sendirinya bukanlah angka. Angka-angka ini kemudian dianggap memiliki ciri-ciri fisik dan meta fisik yang berfungsi sebagai petunjuk-petunjuk untuk memahami alam dan mengantarkan penelitui yang tekun meneliti jiwa, alam spiritual dan pada akhirnya tuhan semesta alam. Ikhwan memegang “keyakinan pythagorean bahwa siofat dasar hal-hal yang diciptakan adalah sesuai dengan sifat dasar bilangan”. Oleh karena itu mereka mengikuti kaum pythagorean yang memberi perhatian kusus angka-angka tertentu misalnya angka empat dimaksudkan tuhan untuk menunjukkan bahwa alam spiritual berbentuk persegi empat yang terdiri atas pencipta, intelektual universal, jiwa universal, dan dan materi primer. Itu pula sebabnya allah menciptakan elemen-elemen dasar –dalam fisika klasik- humor, musim, penjuru bumi, dan sebagainya berjumlah empat atau berbentuk persegi empat.
. Kendatipun mencurahkan perhatiahan penuh terhadap angka, ikhwan berusaha menghindari kesalahan yang dilakukan utama oleh kaum pythagorean, seperti ketika angka dan hal-hal yang diangkakan dirancukan. Mereka menolak gagasan-gagasan pythagorean tentang perpindahan jiwa (reinkarnasi) dan lebih berpegang pada penyician jiwa yang tercapai dalam satu kehidupan. Bagi ikhwan seorang yang belajar tentang keesaan Tuhan dengan mengetahui hal-hal yang bekenaan dengan angka.

By: Amrullah Ali Moebin 07110176

Tidak ada komentar: